Defensive Driving, Membangun Mental Berkendara yang Aman.


 

Ketika bepergian, teman – teman pasti sering sekali menggunakan alat transportasi, baik itu umum maupun pribadi, baik dikemudikan atau mengemudi sendiri. Dan di beberapa perjalanan, pastinya teman – teman juga sering sekali menemukan beberapa oknum pengendara yang membahayakan jalan lain. Bukan… Kita tidak membahas pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas pada topik ini, namun yang kita bahas saat ini adalah pengendara yang tidak berhati – hati dan kurangnya pemahaman dan etika berkendara di jalan raya. Pengendara seperti ini tentunya membahayakan bagi pengguna jalan lain dan dirinya sendiri.

            Dari data yang diberikan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Ahmad Ramadhan yang disalurkan melalui Kompas.com, mengatakan bahwa kecelakaan lalu lintas selama operasi 2021 adalah sebanyak 1.291 kasus, atau naik 100% dari tahun lalu yang hanya mencapai 566 kasus. Tentunya angka yang sangat banyak mengingat ini hanya kecelakaan yang tercatat oleh Polri dan mungkin belum termasuk kecelakaan – kecelakaan yang tidak tercatat.

            Penting sekali untuk berhati – hati dalam berkendara sehari – hari. Selain harus bisa memahami peraturan lalu lintas dan lancar mengemudikan kendaraan, sikap dan etika dalam berkendara juga sangat penting untuk keselamatan. Sikap berkendara yang baik adalah mengemudi dengan defensive atau mengemudi dengan mindset waspada dan menghindari diri dari kecelakaan.

 

Pengertian Defensive Driving

            Seperti yang saya sebutkan di atas, ketika kita mengemudi secara defensive, artinya kita mengemudi dengan mindset menghindari masalah, baik masalah itu diakibatkan oleh kita atau pengendara lainnya, baik itu bersifat teknis maupun non teknis.

             Kita semua tahu bahwa pengendara lain bisa saja membahayakan diri kita ataupun dirinya sendiri. Seperti mengebut di jalan raya, teralihkan oleh ponsel dan hal – hal lainnya yang mengganggu konsentrasi, dan tidak bisa mengendalikan penuh kendaraan mereka. Selain faktor pengendara lain, faktor waktu siang malam, dan cuaca juga berpengaruh dalam tingkat kecelakaan yang ada. Lalu bagaimanakah kita bisa melindungi diri kita ketika menghadapi hal – hal yang tidak ideal tersebut? Saya punya beberapa tips dan trik yang mungkin bisa membantu teman – teman semua. Dan jangan lupa apabila teman – teman memiliki tips, trik, atau kebiasaan mengemudi yang teman – teman rasa aman, silakan berikan komentar ya!!

 

Jaga Jarak Kendaraan

 

            Biasakan untuk menjaga jarak kendaraan teman – teman ketika mengemudi, terutama ketika mengemudikan kendaraan roda empat. Berikan ruang yang cukup bagi pengendara lain dan diri kita sendiri sehingga ketika dihadapkan dengan situasi yang tidak ideal, teman – teman masih memiliki ruang untuk menghindar atau memberikan ruang bagi pengendara lainnya. Untuk kendaraan roda empat, tempatkan kendaraan teman – teman sebisa mungkin di tengah jalur (seperti jalur cepat atau jalur lambat) yang teman – teman pilih untuk mendapatkan ruang ekstra yang saya sebutkan diatas. Ingat ya, di tengah jalur, bukan di tengah jalan…

            Jarak antara kendaraan teman – teman dengan kendaraan di depan juga harus dalam jarak aman. Berikan jarak sekitar 3 detik di antara kendaraan teman – teman dan kendaraan di depannya. Jadi apabila kendaraan di depan teman – teman berhenti mendadak, teman – teman memiliki waktu setidaknya 3 detik untuk merespon dan menghindar kejadian yang tidak diinginkan. Apabila teman – teman mengemudi ketika cuaca buruk, lingkungan yang gelap, medan yang curam, atau kondisi jalan yang buruk, tambahkan jarak menjadi 4 atau 5 detik, atau sesuaikan dengan kebutuhan teman – teman, Dan biasakan untuk memeriksa sekeliling teman – teman dengan melihat spion kendaraan ketika diperlukan, namun jangan terlalu sering karena dapat membuat teman – teman teralihkan.

 

TIPS : Supaya mudah mengukur jarak antara mobil teman – teman dengan mobil di depannya. Perhatikan mobil yang ada di depan teman – teman. Ketika mobil tersebut melewati suatu referensi seperti tiang lampu jalan, papan iklan, atau semacamnya, hitunglah berapa detik yang diperlukan sampai kendaraan teman – teman melewati referensi tersebut. Apabila kurang dari 3 detik, teman – teman bisa sedikit melambat untuk memberikan jarak yang lebih aman. Apabila terlalu jauh dari 3 detik, teman – teman bisa sedikit memperpendek jarak tersebut karena itu berarti teman – teman melaju terlalu lambat dari kecepatan rata – rata yang bisa saja membahayakan pengendara lain. Jarak bisa disesuakian dengan keadaan jalan, lingkungan, serta cuaca tertentu.

 

Konsentrasi Penuh Saat Mengemudi

            Terdengar sederhana memang, namun sampai saat ini masih sangat banyak kecelakaan mengemudi yang diakibatkan oleh kelalaian berkendara. Ingat, FIA mencatat bahwa 1 dari 4 kecelakaan lalu lintas yang terjadi diakibatkan oleh kurangnya konsentrasi dalam berkendara.

            Banyak hal yang membuat konsentrasi berkendara berkurang, seperti kelelahan, makan saat mengemudi, bermain ponsel, menelepon, dan aktivitas – aktivitas lainnya yang membuat kita teralihkan. Apabila teman – teman kelelahan, lapar, atau harus mengangkat telepon, berhentilah terlebih dahulu di tempat yang aman. Jangan paksakan diri anda untuk tetap mengemudi.

            Apabila teman – teman bertemu dengan pengendara yang teralihkan ketika mengemudi, berikan ruang yang cukup untuk pengendara tersebut. Apabila pengemudi tersebut datang dari belakang teman – teman, percepat kendaraan teman – teman untuk memberi ruang ekstra atau menyingkir dari jalan tersebut dan biarkan pengemudi itu lewat.

 

Menghadapi pengemudi Agresif

            Ketika kita bertemu dengan pengemudi yang agresif seperti mengebut, ugal – ugalan, dan suka menyalip kendaraan lain tanpa perhitungan yang matang, jangan terpancing emosi.

            Ketika berkendara secara defensive, hal terbaik yang bisa teman – teman lakukan adalah biarkan pengemudi itu lewat. Kalau perlu, teman – teman bisa berpindah jalur dan tetap gunakan jalur lambat. Apabila jalan terlalu kecil atau tidak memungkinkan berpindah jalur, nyalakan lampu hazard dan menepilah sampai pengemudi agresif tersebut lewat. Kemudian lanjutkan perjalanan dengan menjaga jarak aman dari pengemudi tersebut.

 

Mengemudi ketika Gelap

            Berhati – hatilah dalam mengemudi ketika malam hari atau tempat – tempat dengan cahaya yang minim. Untuk pengendara roda empat, jangan menunggu sampai benar – benar gelap untuk menyalakan lampu kendaraan. Nyalakan juga lampu kendaraan  ketika dalam situasi cuaca buruk, seperti hujan lebat dimana pencahayaan di jalan amat minim. Gunakan lampu jauh dengan bijak, hanya digunakan ketika keadaan sangat gelap atau tidak ada cahaya sama sekali, agar tidak membahayakan kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Selain itu, hindari menyalakan lampu jauh di area berkabut, karena cahaya yang dikeluarkan akan dipantulkan Kembali oleh kabut sehingga dapat menyilaukan teman – teman.

 

Mengemudi ketika Cuaca Buruk

            Ketika cuaca buruk, jangan paksakan diri anda untuk mengemudi. Carilah tempat untuk berhenti dengan aman sampai cuaca membaik. Namun, apabila anda berada pada situasi dimana anda tidak menemukan tempat berhenti yang aman dan harus tetap mengemudi dalam cuaca buruk seperti hujan lebat, melajulah dengan perlahan. Ingatlah bahwa jalanan yang licin dapat membuat kendaraan anda selip dan akan membahayakan anda apabila tidak berhati – hati.

            Ketika berkendara saat cuaca buruk, kurangi kecepatan anda. Apabila harus mengerem, mengeremlah lebih awal. Perlambat diri anda ketika memasuki tikungan atau berbelok. Tekan pedal rem dengan halus dan secara perlahan. Jangan berikan input yang tiba – tiba pada kendaraan anda.

 

More you know :

  • Saya sangat berharap kejadian ini TIDAK menimpa teman – teman semua. Namun APABILA anda mengalami selip atau kehilangan control kendaraan ketika melalui jalanan yang licin, jangan panik dan seketika menekan pedal rem. Karna hal itu akan membuat gesekan ban dan aspal semakin besar sehingga teman – teman semakin kehilangan kendali kendaraan. Cara yang terbaik ketika menghadapi keadaan tersebut adalah melepas pedal gas dan mencoba mengontrol kendaraan teman – teman menggunakan roda kemudi.
  • Hydroplaning/Aquaplaning adalah kondisi dimana terlalu banyak air di permukaan jalanan beraspal sehingga membuat permukaan ban tidak menempel seutuhnya pada aspal, dimana kondisi tersebut mengakibatkan mudahnya kehilangan kendali. Ketika melewati genangan air di jalan beraspal, kurangi kecepatan. Berkurangnya kecepatan dapat memindahkan berat kendaraan ke bawah sehingga permukaan ban teman – teman bisa tetap menempel sepenuhnya pada aspal.

           

           

Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Terbaik

            Sekali lagi… Terdengar sederhana namun sangat krusial bagi kita semua. Jangan pernah berkendara dengan kendaraan yang tidak dalam kondisi terbaiknya. Pastikan kendaraan selalu dalam kondisi terbaik serta usahakan servis kendaraan secara berkala. Selain itu, usahakan selalu bawa ban cadangan dan alat – alat seperti kunci, dongkrak, segitiga pengaman, atau kalau perlu alat – alat P3K, atau kebutuhan darurat lainnya untuk berjaga – jaga.

            Apabila kendaraan tiba – tiba bermasalah, jangan paksakan kendaraan anda. Berhentilah di tempat aman apabila memungkinkan. Jika tidak bisa, nyalakanlah lampu Hazard dan gunakan segitiga pengaman untuk memperingatkan pengendara lain yang datang

 

 

 

            Itulah kurang lebih yang saya bisa berikan kepada teman – teman pembaca semua. Mungkin teman – teman ada yang bertanya disini mengapa saya banyak sekali memberikan contoh berdasarkan kendaraan roda empat. Itu karena menurut saya kendaraan roda empat lebih banyak memerlukan persiapan dan banyak sekali detail – detail tambahan yang cukup krusial. Namun, prinsipnya sama saja. Jadi poin – poin diatas tetap berlaku juga untuk kendaraan roda dua dengan beberapa penyesuaian.

 

            Akhir kata, terimakasih telah membaca sampai sejauh ini. Apabila teman – teman memiliki pertanyaan, kritik, ataupun ingin membagikan pengalaman teman – teman seputar kejadian di jalan raya dan defensive driving, boleh menambahkan di kolom komentar. Sampai jumpa pada kesempatan lainnya.

 

Remember, your family is waiting for you in your home.

Drive safely…

Comments

  1. Terimakasih mas Edra atas infornasinya mengenai mengenai cara berkendara yang aman, saya pribadi sangat setuju dengan konsep defensive driving, saya memilih untuk menjaga jarak kendaraan supaya tidak terjadi hal - hal yang tidak di inginkan, dan lebih memilih untuk mengalah jikalau ada pengendara lain yang agresif saat berkendara di jalan.

    ReplyDelete
  2. Saat berkendara memang sangat diperlukan persiapan baik dari kendaraannya sendiri maupun pengemudi, meskipun kendaraan dalam keadaan baik dan siap untuk dikendarai namun jika pengemudi tidak memiliki sklil mengemudi dengan aman seperti yang dijelaskan di atas maka akan menimbulkan kecelakaan baik untuk pengemudi itu sendiri maupun pengemudi lainnya.

    ReplyDelete
  3. Informasi yang dimuat pada artikel ini sangat bermanfaat, mengingat seringkali ditemui pengendara yang mengalami kecelakaan karena kehilangan konsentrasi dan skill mengemudi yang kurang. Secanggih apapun suatu fitur keselamatan dalam kendaraan, tetap skill pengemudilah yang memiliki pengaruh besar dalam keselamatan pengendara.

    ReplyDelete
  4. Saya sangat setuju dengan artikel diatas. Karena kunci dalam keselamatan berkendara ada pada pengemudi yang menerapkan defensive driving untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama menempuh perjalan. Seringkali banyak kecelakaan lalu lintas terjadi karena pengendara lain yang ugal-ugalan atau kebut-kebutan dijalan raya. Maka dari itu, kita harus menjaga jarak aman kendaraan kita serta tetap berkonsentrasi ketika mengemudi agar tidak merugikan pengemudi lainnya.

    ReplyDelete
  5. wah terimakasih, bermanfaat bgt ilmunya! dengan menerapkan defensive driving, kita dapat menghindari celaka, baik disebabkan oleh orang lain atau diri sendiri.

    ReplyDelete
  6. terimakasih atas informasi yang telah diberikan, akan sangat bermanfaat bagi para pengendara di jalanan agar selalu berhati-hati. selain itu, ketika kita mengemudi memang harus berkonsentrasi penuh dan juga selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan lain agar mengurangi resiko terjadinya kecelakaan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  7. bermanfaat sekali, jadi tahu bagaimana berkendara dengan aman

    ReplyDelete
  8. Terima kasih atas pengetahuan yang telah dibagikan terkait trik mengemudi. Saya sendiri sangat setuju dengan berbagai trik diatas dan saya rasa trik-trik tersebut merupakan hal yang harus dipahami oleh setiap pengemudi agar perjalanan mereka aman. Mungkin hal lainnya adalah kita tetntunya harus saling menghargai kendaraan lainnya seperti sepeda atau kendaraan tradisional (?) lainnya sehingga pemahaman blind spot juga sangat penting bagi setiap pengendara kendaraan.

    ReplyDelete
  9. Setuju sekali dengan Panic Breaking yang dapat mengakibatkan loss pada traksi ban, mungkin sedikit opsi yang bisa di gunakan apabila berada dalam situasi yang mengharuskan untuk rem secara mendadak adalah dengan menekan rem lalu dilepas dan ditekan lagi dengan tujuan agar tidak selip

    ReplyDelete
  10. informasi ini sangat membantu saya saat berkendara agar lebih berhati-hati lagi agar hal yang tidak mengenakkan terjadi kepada saya

    ReplyDelete
  11. Sering juga terjadi kecelakaan ketika seseorang ingin menyeberang, berbelok atau berputar arah. Tips dari saya ketika ingin melakukan hal itu usahakan kondisi jalan benar benar sepi. Sehingga tidak menimbulkan tabrakan antar kendaraan

    ReplyDelete
  12. terima kasih atas informasinya! setuju banget kalau lagi berkendara defensive driving itu sangat penting. Selain itu kombinasi anger management juga diperlukan.

    ReplyDelete
  13. setuju banget dengan ulasan yang disampaikan author bahwa menjaga jarak dalam mengemudi dan kosentrasi ketika mengemudi cukup penting untuk menghindari kecelakaan

    ReplyDelete
  14. Terima kasih kak atas informasinya mengenai konsep Defensive Driving. Karena, hal yang perlu menjadi perhatian dalam berkendara tentu adalah keselamatan diri dan juga pengendara lain. Lebih baik memilih untuk menjaga jarak kendaraan supaya tidak terjadi hal - hal yang tidak diinginkan, dan lebih baik mengalah jika pengendara lain lebih agresif di jalan

    ReplyDelete
  15. Wih sangat detail sekali kak penjelasannya, saya jadi lebih ngerti tentang defensive driving, sangat bermanfaat bagi saya yg sering berkendara setiap harinya.

    Sekedar menambahkan kak, memperhatikan rambu2 lalu lintas juga tak kalah pentingnya, karena saya pernah mengalami kecelakaan lalu lintas akibat orang lain yang tidak memperhatikan defensive driving...

    ReplyDelete
  16. Wah sangat informatif sekali penjelasannya , jadi bermanfaat dan menjadi pengingat kita pada saat berkendara. terutama pada ulasan konsentrasi penuh saat berkemudi yang banyak pengendara lalai pada saat perjalanan

    ReplyDelete
  17. dengan adanya informasi ini. saya akan lebih berhati-hati dalam berkendara, dikarenakan saya sering tidak terkendali dengan tempo lajunya kecepatan dalam menyetir.

    ReplyDelete

Post a Comment